Senin, 04 Juli 2011

PRIBADI MUSLIM BERPRESTASI

Pribadi muslim berprestasi
Sekiranya kita hendak berbicara tentang Islam dan kemuliaannya, ternyata tidaklah cukup hanya berbicara mengenai ibadah ritual belaka. Tidaklah cukup hanya berbicara seputar shaum, shalat, zakat, dan haji. Begitupun jikalau kita berbicara tentang peninggalan Rasulullah SAW, maka tidak cukup hanya mengingat indahnya senyum beliau, tidak hanya sekedar mengenang keramah-tamahan dan kelemah-lembutan tutur katanya, tetapi harus kita lengkapi pula dengan bentuk pribadi lain dari Rasulullah, yaitu : beliau adalah orang yang sangat menyukai dan mencintai prestasi!
            Hampir setiap perbuatan yang dilakukan Rasulullah SAW selalu terjaga mutunya. Begitu mempesona kualitasnya. Shalat beliau adalah shalat yang bermutu tinggi, shalat yang prestatif, khusyuk namanya. Amal-amal beliau merupakan amal-amal yang terpelihara kualitasnya, bermutu tinggi, ikhlas namanya. Demikian juga keberaniannya, tafakurnya, dan aneka kiprah hidup keseharian lainnya. Seluruhnya senantiasa dijaga untuk suatu mutu yang tertinggi.

Kisah Puteri Rasulullah s.a.w. Yang Bernama Siti Fatimah r.a.

Gembira hatinya, gembiralah Rasulullah s.a.w. Tertitis air matanya, berdukalah baginda. Dialah satu-satunya puteri yang paling dikasihi oleh junjungan Rasul selepas kewafatan isterinya yang paling dicintai, Siti Khadijah. Itulah Siti Fatimah r.a., wanita terkemuka di dunia dan penghuni syurga di akhirat.
Bersuamikan Sayyidina Ali bukanlah satu kebanggaan yang menjanjikan kekayaan harta. Ini adalah kerana Sayyidina Ali yang merupakan salah seorang daripada empat sahabat yang sangat rapat dengan Rasulullah s.a.w., merupakan kalangan sahabat yang sangat miskin berbanding dengan yang lain. Namun jauh di sanubari Rasulullah s.a.w. tersimpan perasaan kasih dan sayang yang sangat mendalam terhadapnya.

Jumat, 24 Juni 2011

Hakikat Cinta

Hakikat Cinta Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.
Hikam:
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)
"Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita. Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.

Minggu, 19 Juni 2011

5 Tipe Karyawan di Kantor Kita

Pengklasifikasian karyawan dan pejabat kantor ini diekati dengan istilah hukum yang digunakan dalam agama Islam. Pendekatan ini samasekali bukan untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar guna mempermudah pemahaman kita karenamakna dari istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri.

(Ide dasar ini diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)

1. Karyawan / Pejabat "Wajib"

Tipe karyawan atau pejabat wajib ini memiliki ciri : keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.

Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya.
Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.
Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengankehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya
2. Karyawan / Pejabat "Sunnah"

Ciri dari karyawan/pejabat tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan..

Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.

Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.

MUHAMMAD SAW

FIRMAN Allah terhadap Muhammad s.a.w.: "Bukankah Allah dapati engkau yatim, lalu Ia pelihara? Bukankah Ia dapati engkau bingung, lalu Ia tunjuki? Dan bukankah Ia dapati engkau miskin, lalu Ia beri kecukupan?"
Bapanya, Abdullah bin Abdul Muttalib, sudah meninggal dunia dua bulan sebelum ia dilahirkan. Tetapi apa yang telah dikurniakan Allah kepadanya di dalam keadaan yatim itu, adalah lebih dari ketiadaan yang disebabkan pemergian bapanya itu. Iaitu pemeliharaan ibunya, lalu neneknya dan akhirnya pamannya. Dengan pertumbuhan tubuh dan jiwa sangat wajar, ia menjadi seorang anak yang sangat indah. Mula-mula menjadi pengembala kambing, meningkat menjadi pedagang, menjadi terkenal di tengah orang banyak kerana tingkahlakunya yang indah menarik setiap insan yang mengenalinya, akhirnya kahwin mendapatkan seorang jodoh yang amat ideal, lalu berpengaruh dan berwibawa, menjadi penyantun anak yatim dan orang-orang miskin.
Keyatimannya telah diganti Allah dengan ilmu, pengalaman dan budipekerti. Allah telah mendidiknya dengan pendidikan yang amat baik, mempersiapkan dirinya menjadi pembawa tugas kenabian, kerasulan dan pengembang syari’at, sebagai penutup dan semua Nabi dan Rasul. Bahkan ia dijadikan Allah menjadi makhluk terbaik di tengah-tengah makhluk Allah yang banyak.
Kemelaratan yang dideritanya semenjak kecil telah diganti Allah dengan kecukupan, Allah memberkatinya dalam perdagangannya, dalam kehidupannya di tengah ummat manusia dengan nama yang baik, kepercayaan manusia atas dirinya dan akhirnya dengan kesempurnaan agama yang diajarkannya.

Meneladani jiwa bisnis Muhammad SAW

PERSAINGAN untuk menguasai perekonomian sangat gencar dilakukan baik dalam lingkup negara, perusahaan, maupun perorangan. Peperangan antar negara, persaingan usaha maupun pembunuhan manusia sering berujung pangkal pada masalah ekonomi. Sepertinya manusia dengan ketinggian dan kemajuan science dan teknologinya ketika dihadapkan pada kebutuhan perut bukan semakin lama semakin beradap tetapi masih saja menjadi serigala bagi sesamanya alias homo homini lupus.
Persaingan dagang pun dilakukan dengan menghalalkan segala cara (machiavelis), dan menganggap pesaing merupakan musuh besar yang selayaknya dimatikan. Berbagai macam persaingan yang tidak fair terjadi baik lewat iklan atau pun persaingan dagang dengan kecurangan dan fitnah yang bisa membuat pesaing hancur.
Berbagai kebohongan dan kecurangan yang terjadi dalam dunia perdagangan, seolah-olah lazim dilakukan untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Sebaliknya kejujuran dan cara-cara lain yang benar semakin jauh ditinggalkan karena dianggap merugikan dan menghambat.
Maulud Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa besar dalam peradaban manusia di tengah zaman jahiliyah yang dipenuhi kejahatan dan kebodohan, kebengisan dan keserakahan, kebrutalan, dan ketamakan yang bermuara pada kekuasaan ekonomi dunia yang membabi buta. Kedatangan Muhammad SAW sebagai nabi akhirul zaman adalah untuk menyelamatkan mereka dalam berbagai sendi-sendi kehidupan ekonomi, politik, kebudayaan, kemasyarakatan, dll, yang bermuara pada aspek ketuhanan.
Berbagai macam teladan tentang akhlaq Muhammad SAW dalam kehidupan telah banyak dibahas, tetapi ada sisi lain dari kehidupannya yang banyak terlupakan orang yakni kesuksesan cara bisnis beliau. Muhammad SAW telah mengajarkan perilaku bisnis yang begitu indah, jauh dari cara-cara culas dan kecurangan ataupun kebrutalan yang saling menghancurkan.
Ketrampilannya dalam berbisnis tidak lepas dari kondisi dan latar belakang yang melingkupinya. Kondisi kota Mekkah dari dulu hingga kini marak dengan kehidupan perdagangan.
Tanahnya yang kering rasanya sulit untuk kegiatan bercocok tanam. Dengan kondisi lingkungan yang demikian sangat mempengaruhi kehidupannya untuk ikut terjun menekuni bisnis perdagangan. Kemandirian beliau terpupuk ketika usia masih kanak-kanak. Muhammad kecil sudah mulai meniti dunia kerjanya dengan menjadi penggembala kambing yang menerima upah.
Hal ini sangat membantu kehidupan beliau untuk tidak sekadar menggantungkan kehidupan dari pamannya, Abu Thalib. Pengetahuan tentang dagang beliau dapatkan dari Abu Thalib yang kebetulan juga seorang pebisnis dan sering mengajak Muhammad melakukan perdagangan.
Bersaing positif
Muhammad memulai perdagangan secara kecil-kecilan di Kota Mekkah. Beliau berangkat dari modal sangat kecil ataupun modal dengkul dengan membeli barang-barang dari satu pasar kemudian menjualnya pada para pembeli.

Bisnis Syariah, Trend Bisnis Masa Depan

PRAKTIK bisnis hingga hari-hari kemarin dipenuhi dengan beragam stigma negatif dan seolah-olah jauh dari nilai etika, bahkan spiritual atau syariah. Realitas ini memang terjadi pada praktik bisnis sejak lama, meski tidak sepenuhnya demikian. Mulai dari pasar tradisional hingga pasar internasional, mulai dari transaksi pecahan ratusan rupiah hingga ratusan juta dollar, mulai dari daerah pelosok hingga pusat-pusat kota besar. Memberatkan timbangan, mencampur antara produk bagus dengan produk buruk, rekayasa permintaan untuk mendorong permintaan dalam bisnis sehingga membangun citra seolah-olah produknya dibeli banyak orang, serta beragam mal-praktik lainnya nyaris menjadi bagian dari kehidupan ekonomi sehari-hari.

Berlarut-larutnya upaya peningkatan kapasitas ekonomi bangsa Indonesia sejak krisis dinyatakan nyaris berlalu hingga kini adalah berbagai mal-praktik dalam dunia usaha Indonesia dan bila hal ini terus terjadi tidak mustahil akan berdampak kepada semakin lemahnya ketahanan ekonomi serta hilangnya integritas negeri.

Krisis ekonomi yang tidak hanya terjadi di negeri ini, puncaknya adalah terjadinya krisis ekonomi dalam bentuk mega-skandal kasus Enron, Worldcom, Global Crossing, menggoreng saham dan Arthur Andersen pada tingkat global telah mendorong krisis kepercayaan. Satu yang pasti paska serentetan kasus - kasus tersebut adalah semakin mahalnya harga sebuah kepercayaan. Selain itu juga terjadi pergerakan bandul trend bisnis kepada bisnis berbasis syariah (spiritual) yang sedang menjadi trend-setter di berbagai belahan wilayah negeri bahkan pada lingkup global. Hari-hari belakangan ini aura syariah semakin akrab dan disenangi oleh banyak orang melintasi berbagai sekat-sekat agama, etnik, ras bahkan kelompok bisnis.

Ilmu, Mutiara Berharga Bagi Seorang Muslim

Ketahuilah, Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta`ala mengutus kita ke muka bumi adalah dalam rangka menjalankan tugas yang mulia. Yaitu mempersembahkan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala, menegakkan syariat-Nya, serta memberantas berbagai kemungkaran yang bisa mengundang murka Allah Subhanahu wa Ta`ala. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku, Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pemberi rezeki, yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (Adz-Dzaariyaat:56)

Demikianlah perjalanan hidup manusia yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala. Agar mereka menjalani aktivitas hidup ini sesuai dengan masyi’ah (kehendak)-Nya. Namun dengan kehendak Allah pulalah maka diantara manusia itu ada yang beriman lagi taat, dan ada pula yang ingkar lagi menolak untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala. Ini semua merupakan bukti keadilan Allah Subhanahu wa Ta`ala terhadap segenap hamba-Nya. Dengan bukti keadilan-Nya Allah hendak menguji para hamba, apakah mereka benar-benar beriman kepada Allah atau sebaliknya? Dan apakah mereka akan dibiarkan mengatakan : ”Kami beriman,” lantas mereka tidak diuji?.

Diam Itu Emas

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

1. Jenis-jenis Diam

Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:

a. Diam Bodoh
Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.

Kuburan Menunggu Kita!


Pernahkah Anda melihat kuburan?
Pernahkah Anda melihat gelapnya kuburan?
Pernahkah Anda melihat sempit dan dalamnya liang lahat?
Pernahkah Andamembayangkan kengerian dan kedahsyatan alam kubur?
Sadarkah Anda bahwakuburan itu dipersiapkan untuk Anda dan untuk orang-orang selain Anda?
Bukankah silih berganti Anda melihat teman-teman, orang-orang tercinta dan keluarga dekat Anda diusung dari dunia fana ini ke kuburan?

Dari buaian dunia yang terang benderang ke kegelapan liang lahat...
Dari keceriaan bermain dengan keluarga dan anak-anak kepada kekerasan tanah dan ulat-ulat...
Dari kenikmatan makanan dan minuman kepada timbunan debu dan tanah...
Dari kelembutan pergaulan di tengah-tengah keluarga kepada kesendirian yang mengerikan...
Dari kasur yang empuk kepada tempat pergulatan amal yang sangat menakutkan.

Selasa, 14 Juni 2011

Antara Sang Budha Dan Muhammad

Suatu kali di sebuah meja makan Batam House, seorang kawan muslim menunjukkan KTP-nya yang baru yang sekarang bertuliskan beragama Budha. Apakah dia pindah agama? ternyata tidak karena dia bilang bahwa minggu-minggu kemarin dia juga pernah ikut kawannya ke Gereja. Obrol punya obrol samapai kepada kesimpulan oleh kawan kita satu ini bahwa kenapa dia memilih menuliskan agama Budha, karena Budha lah agama yang paling damai. Dua orang kawan yang lain tambah satu dengan saya sempat terhenyak oleh pernyataan itu. Menurutnya bukti-bukti historis menunjukkan bahwa Islam sering terlibat dalam peperangan besar, sedangkan Budha sangat relative minimal terlibat perang secara agama. Kalaupun di Pattani, Songkhla itupun yang berperang adalah kerajaan Thai dan militer melawan kaum muslim.
Waktu itu saya hanya tersenyum dan membenarkan dalam hati dan memang benar adanya. Bahkanpun sampai sekarang saya membenarkan itu, bahwa jika ukuran kedamaian, kebaikan dan kesholehan seseorang adalah dari sedikitnya berbuat kekerasan maka saya yakin sang Budha lebih damai dr Muhammad. Muhammad terbukti pernah mempunyai POW (Prisoner of War) dan pernah memerintahkan pembunuhan terhadap POW dengan alasan tertentu. Muhammad pernah memerintahkan Agen Rahasia untuk menghabisi pemimpin suatu suku yang memusuhinya. Muhammad pernah memerintahkan untuk menyerang benteng-benteng Yahudi di Khaibar. Muhammad merestui ketika Mahkamah Militer menjatuhkan hukuman penggal kepala kepada skitar 600 orang Yahudi. Dan banyak bukti-bukti kekerasan pada awal islam lahir.

Marketing Ala Nabi

Muhammad Rasulullah, Nabi kita tercinta, adalah seorang saudagar ternama pada zamannya. Bahkan sejak usia muda, beliau dipandang sebagai sudagar sukses. Disadari atau tidak sukses tersebut tidak lepas dari aktivitas marketing yang diterapkannya --yang tak cuma ampuh tapi juga sesuai syariah dan, tentu saja, penuh ridlo dari Allah. Jika Anda tertarik menerapkannya, selain mendapat keuntungan, insyaallah bisnis Anda pun barokah. Inilah empat tips marketing a la Nabi:
1. Jujur adalah Brand
Saat berdagang Nabi Muhammad SAW muda dikenal dengan julukan Al Amin (yang terpercaya). Sikap ini tercermin saat dia berhubungan dengan customer maupun pemasoknya.
Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya yang akhirnya menjadi istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah. Dia pun jujur kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah kejujuran adalah brand-nya.